-->

Kamis, 22 November 2012

Teori Bilangan #5


Bilangan Prima         
Definisi
Suatu bilangan p disebut bilangan prima jika p 0, p ±1, dan p tidak mempunyai pembagi-pembagi selain ±1 dan ± p.

Meskipun demikian cukuplah kajian dibatasi pada bilangan bulat positif, sehingga didefinisikan sebagai berikut.
  
Suatu bilangan asli (bulat positif) p disebut bilangan prima jika p 1 dan p tidak mempunyai pembagi-pembagi selain 1 dan p sendiri.

Bilangan prima tersebut adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, …



Teorema Euler         
Ada tak hingga banyak bilangan prima.

Bukti:
Andaikan banyak bilangan prima terhingga, misalkan n buah, sebutlah p1, p2, p3, …, pn
dengan p1 < p2 < p3 < … < pn.
Bentuklah bilangan S = p1 . p2 . p3 . … . pn + 1.
Jelas bahwa pi < S untuk setiap i = 1, 2, 3, …, n, juga pi tidak membagi S karena ada sisa 1.
Dengan demikian yang bisa membagi S adalah 1 dan S itu sendiri. 
Jadi S adalah suatu bilangan prima yang lain dari p1, p2, p3, …, pn.
Hal ini bertentangan dengan pengandaian di atas.
Kesimpulan: Ada tak hingga banyak bilangan prima.



DALIL DASAR ILMU HITUNG
Setiap bilangan asli a, a 1, a p dapat dinyatakan sebagai hasil kali dari beberapa bilangan prima secara tunggal, kecuali urutan faktor-faktornya yang dapat berbeda.

Contoh:
Untuk bilangan 16 dan 24 diperoleh:
16  = 2 . 2 . 2 . 2 = 24 = 23 . 2
24 = 2 . 2 . 2 . 3 =          23 . 3
Faktor-faktor tersebut diurutkan menurut besarnya secara tunggal, juga mengandung beberapa faktor yang sama.
Dari faktorisasi kedua bilangan tersebut dapat ditentukan PPB dan KPK dari keduanya.
(16, 24) = 23 = 8
[16, 24] = 24 . 3 = 48



Perluasan (Bentuk Umum) Dalil Dasar Ilmu Hitung
Jika a bilangan asli, a 1, a p maka $latex {p_{1}}^{\alpha _{1}}.\ {p_{2}}^{\alpha _{2}}.\ {p_{3}}^{\alpha _{3}}.\ ...\ .\ {p_{n}}^{\alpha _{n}}$ dengan p1 < p2 < p3 < … < pn.



Teorema 1
Jika p bilangan prima dan p\ab, maka p\a atau p\b.

Bukti:

Jika p\a maka pembuktian selesai.
Andaikan p tidak membagi a, sehingga (a, p) = 1, maka $ s0, t0 demikian sehingga:
1 = s0a + t0p                kalikan dengan b
b = s0ab + t0bp           
Diketahui p\ab tetapi juga p\t0bp maka p\s0ab + t0bp.
\ p\b.

Keterangan:
Dua bilangan asli a dan b disebut koprima jika dan hanya jika (a, b) = 1.

Berikut ini beberapa contoh pasangan bilangan yang saling koprima.
3 dan 8,
3 dan 5,
8 dan 9,
dan seterusnya.


Teorema 2
Jika (a, c) = 1 dan c\ab, maka c\b.

Bukti:
Karena (a, c) = 1, maka $ s0, t0 demikian sehingga:
1 = s0a + t0c                kalikan dengan b
b = s0ab + t0bc           
Diketahui c\ab tetapi juga c\t0bc maka c\s0ab + t0bc.
\ c\b.


Teorema 3
Jika (a, c) = 1, a\m, dan c\m, maka ac\m.

Bukti:
Karena (a, c) = 1, maka $ s0, t0 demikian sehingga:
1 = s0a + t0c                kalikan dengan m
m = s0am + t0cm       ……………………….. (*)
Selain itu diperoleh pula:
a\m     ®        m = ka
c\m     ®        m = lc
sehingga dari (*) diperoleh m = s0a(lc) + t0c(ka) sehingga ac\( s0alc + t0cka).
\ ac\m.

______________________________________________________________________________________________________
Kuliah 5 Teori bilangan oleh Drs. Bachtiar Sjarif, Institut Teknologi Bandung, 10 Desember 1988


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...