-->
Tampilkan postingan dengan label parabola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parabola. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Menentukan Persamaan Parabola dan Ellips Miring

Seorang teman mengadukan masalah ini dalam perbincangan kami di di jejaring sosial. Dua nomor soal yang diberikan adalah sebagai berikut:
  1. Dengan menggunakan definisi ellips, tentukan persamaan ellips dengan fokus $F_1(0,0)$ dan $F_2(2,1)$ dan jumlah jarak titik pada ellips ke $F_1$ dan $F_2$ adalah $5$ satuan.
  2. Tentukan persamaan parabola dengan direktriks $y=x$ dan fokus $(0,6)$.
Dengan menggunakan pengertian dan definisi parabola dan ellips akan diperoleh sketsa grafik seperti tampak pada gambar di atas.
Ini menjadi menarik dan menantang karena "tidak biasa", yaitu kedua kurva itu berbentuk miring.

Tentu saja, persamaan dari kedua kurva tersebut dapat diperoleh dengan mudah bila dicari dengan menggunakan, misalnya, GeoGebra. Lalu bagaimana bila kita menganalisis dan menyelesaikan soal tersebut tanpa bantuan software?

Seumpama pisau yang terlalu lama tak diasah, semula saya selesaikan kedua soal tersebut dengan lebih dulu menganggap bahwa kedua kurva tersebut mendatar. Tetapi akhirnya terkendala oleh keharusan membentuk transformasi yang justru menambah kerumitan dalam penyelesaiannya.
Setelah mengadu ke forum, barulah tersadar bahwa penyelesaiannya "cukup sederhana", yaitu dengan menggunakan definisi (seperti dimaksudkan oleh pembuat soal tersebut).

Nah, berikut ini penyelesaian selengkapnya untuk kedua soal di atas yang saya susun (compile) dalam jaringan melalui Online $\small\LaTeX$ Editor ShareLaTeX.

Demikian semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2014



-->

Minggu, 30 September 2012

Irisan kerucut #13 (T.A.M.A.T)


Persamaan hiperbola berpusat di (p, q)

  1. Hiperbola mendatar
Persamaannya $latex \frac{(x-p)^2}{a^2}-\frac{(y-q)^2}{b^2}=1$

Unsur-unsur hiperbola
Persamaan sumbu utama
$latex y=q$
Persamaan sumbu sekawan
$latex x=p$
Koordinat titik fokus
$latex F_{1}(-c+p,\ q)$dan$latex F_{2}(c+p,\ q)$
Koordinat titik puncak
$latex A_{1}(-a+p,\ q)$,$latex A_{2}(a+p,\ q)$
Persamaan direktriks
$latex x=\pm \frac{a}{e}+p=\pm \frac{a^2}{c}+p$
Persamaan asimtot
$latex y-q=\pm \frac{b}{a}(x-p)$


-->

  1. Hiperbola tegak
Persamaannya $latex \frac{(y-q)^2}{a^2}-\frac{(x-p)^2}{b^2}=1$

Unsur-unsur hiperbola
Persamaan sumbu utama
$latex x=p$
Persamaan sumbu sekawan
$latex y=q$
Koordinat titik fokus
$latex F_{1}(p,\ -c+q)$dan$latex F_{2}(p,\ c+q)$
Koordinat titik puncak
$latex A_{1}(p,\ -a+q)$,$latex A_{2}(p,\ a+q)$
Persamaan direktriks
$latex x=\pm \frac{a}{e}+q=\pm \frac{a^2}{c}+q$
Persamaan asimtot
$latex y-q=\pm \frac{a}{b}(x-p)$


-->


Persamaan garis singgung hiperbola bergradien m

Pusat hiperbola
Garis singgung hiperbola mendatar
Garis singgung hiperbola tegak
$latex (0,\ 0)$
$latex y=mx\pm \sqrt{a^2m^2-b^2}$
$latex y=mx\pm \sqrt{-b^2m^2+a^2}$
$latex (p,\ q)$
$latex y-q=m(x-p)\pm \sqrt{a^2m^2-b^2}$
$latex y-q=m(x-p)\pm \sqrt{-b^2m^2+a^2}$



-->

Rabu, 05 September 2012

Irisan kerucut #12


Persamaan hiperbola berpusat di O(0, 0)

  1. Hiperbola mendatar

Persamaannya $latex \frac{x^2}{a^2}-\frac{y^2}{b^2}=1$.

Unsur-unsur hiperbola
Persamaan sumbu utama
$latex y=0$(sumbu X)
Persamaan sumbu sekawan
$latex x=0$(sumbu Y)
Koordinat titik fokus
$latex F_{1}(-c,\ 0)$dan$latex F_{2}(c,\ 0)$
Koordinat titik puncak
$latex A_{1}(-a,\ 0)$, $latex A_{2}(a,\ 0)$
Persamaan direktriks
$latex x=\pm \frac{a}{e}=\pm \frac{a^2}{c}$
Persamaan asimtot
$latex y=\pm \frac{b}{a}x$


  1. Hiperbola tegak

Persamaannya $latex \frac{y^2}{a^2}-\frac{x^2}{b^2}=1$.

Unsur-unsur hiperbola
Persamaan sumbu utama
$latex x=0$(sumbu Y)
Persamaan sumbu sekawan
$latex y=0$(sumbu X)
Koordinat titik fokus
$latex F_{1}(0,\ -c)$dan$latex F_{2}(0,\ c)$
Koordinat titik puncak
$latex A_{1}(0,\ -a)$, $latex A_{2}(0,\ a)$
Persamaan direktriks
$latex y=\pm \frac{a}{e}=\pm \frac{a^2}{c}$
Persamaan asimtot
$latex y=\pm \frac{a}{b}x$



Minggu, 02 September 2012

Irisan kerucut #11


Hiperbola

Definisi
Hiperbola adalah tempat kedudukan titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu adalah tetap.
Dua titik tertentu itu masing-masing disebut titik fokus (F).


Misalkan kedua titik fokus itu F1 dan F2 dengan jarak F1F2 = 2c, c > 0.
Jika titik P terletak pada elips maka PF1 – PF2 = 2a dengan a > 0 dan 2a < 2c.

Keterangan:
(1)   Garis yang melalui F1 dan F2 disebut sumbu utama (transversal axis). Sumbu utama memotong hiperbola pada dua titik puncak A1 dan A2. Ruas garis A1A2 disebut sumbu panjang (major axis). Panjang sumbu mayor = 2a.
(2)   Garis yang memotong tegak lurus ruas garis F1F2 pada titik tengahnya disebut sumbu sekawan (conjugate axis). 
Jika titik B1(0, –b) dan titik B2(0, b) maka ruas garis B1B2 disebut sumbu pendek (minor axis). Panjang sumbu minor B1B2 = 2b.
Sumbu sekawan (s) tidak memotong hiperbola sehingga disebut sumbu khayal.
(3)   Sumbu utama dan sumbu sekawan berpotongan di tengah-tengah kedua sumbu itu. Titik potongnya itu disebut titik pusat hiperbola. Titik pusat hiperbola merupakan titik tengah dari ruas garis F1F2 dan ruas garis A1A2.
(4)   Hiperbola memiliki dua latus rectum. Panjang latus rectum hiperbola =$\frac{2b^2}{a}$.
(5)   Hubungan antara nilai a, b, dan c adalah c2 = a2 + b2.
(6)   Eksentrisitas$latex e=\frac{c}{a}$ dengan $latex \frac{c}{a}>1$.
(7)   Asimtot
Asimtot adalah garis yang didekati oleh suatu kurva, dalam hal ini adalah kurva hiperbola. Asimtot (antara lain) berfungsi sebagai garis bantu (pembatas) ketika kura hiperbola digambarkan (secara manual).
Hiperbola memiliki dua asimtot. Jika kedua asimtot hiperbola saling tegak lurus maka hiperbola itu disebut hiperbola ortogonal. Suatu hiperbola disebut hiperbola ortogonal jika dan hanya jika a2 = b2.


Melukis hiperbola (manual)

1)    Buatlah lingkaran-lingkaran berpusat di F1 dan berjari-jari ri, dengan ri ³ a – c.
2)    Buatlah lingkaran-lingkaran berpusat di F2 dan berjari-jari rj, dengan rj = 2a + ri.
3)    Tentukan titik potong dari tiap pasang lingkaran pada 1) dan 2).
4)    Hubungkan titik-titik potong tersebut.

Contoh:
Misalkan F1F2 = 2c = 10 dan 2a = 8 maka c = 5, a = 4, c – a =1, sehingga ri ³ 1 dan rj = 8 + ri.

ri
1
2
3
4
5
rj
9
10
11
12
13



Irisan kerucut #10


Bentuk umum persamaan elips

  1. Elips mendatar
Persamaannya $latex b^2x^2+a^2y^2-2b^2px-2a^2qy+b^2p^2+a^2q^2-a^2b^2=0$ dengan $latex a^2> b^2$.

  1. Elips tegak
Persamaannya $latex a^2x^2+b^2y^2-2a^2px-2b^2qy+a^2p^2+b^2q^2-a^2b^2=0$ dengan $latex a^2> b^2$.


Persamaan garis singgung elips bergradien m

Pusat elips
Garis singgung elips mendatar
Garis singgung elips tegak
$latex (0,\ 0)$
$latex y=mx\pm \sqrt{a^2m^2+b^2}$
$latex y=mx\pm \sqrt{b^2m^2+a^2}$
$latex (p,\ q)$
$latex y-q=m(x-p)\pm \sqrt{a^2m^2+b^2}$
$latex y-q=m(x-p)\pm \sqrt{b^2m^2+a^2}$




Sabtu, 01 September 2012

Irisan kerucut #9

Persamaan elips berpusat di (p, q)

  1. Elips mendatar

Persamaannya $latex \frac{(x-p)^2}{a^2}+\frac{(y-q)^2}{b^2}=1$, dengan$latex a^2> b^2$.

Unsur-unsur elips
Persamaan sumbu utama
$latex y=q$
Persamaan sumbu sekawan
$latex x=p$
Koordinat titik fokus
$latex F_{1}(p-c,\ q)$dan$latex F_{2}(p+c,\ q)$
Koordinat titik puncak
$latex A_{1}(p-a,\ q)$,$latex A_{2}(p+a,\ q)$,$latex B_{1}(p,\ q-b)$,$latex B_{2}(p,\ q+b)$
Eksentrisitas
$latex e=\frac{c}{a}$ dengan $latex 0<\frac{c}{a}<1$
Persamaan direktriks
$latex x=p-\frac{a^2}{c}$dan$latex x=p+\frac{a^2}{c}$






  1. Elips tegak

Persamaannya $latex \frac{(x-p)^2}{b^2}+\frac{(y-b)^2}{a^2}=1$, dengan$latex a^2> b^2$.

Unsur-unsur elips
Persamaan sumbu utama
$latex x=p$
Persamaan sumbu sekawan
$latex y=q$
Koordinat titik fokus
$latex F_{1}(p,\ q-c)$dan$latex F_{2}(p,\ q+c)$
Koordinat titik puncak
$latex A_{1}(p,\ q-a)$,$latex A_{2}(p,\ q+a)$,$latex B_{1}(p-b,\ q)$,$latex B_{2}(p+b,\ q)$
Eksentrisitas
$latex e=\frac{c}{a}$ dengan $latex 0<\frac{c}{a}<1$
Persamaan direktriks
$latex y=q-\frac{a^2}{c}$dan$latex y=q+\frac{a^2}{c}$



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...